Jika Anda selalu merasa kaki pegal atau lelah setelah berjalan kaki dalam jangka waktu panjang, mungkin Anda harus berterima kasih atas penemuan ini.
"Exoskeleton", demikian para ilmuwan menyebutkan hasil penemuan tersebut.
Menurut Tech Times, teknologi baru ini memungkinkan penggunanya untuk "berjalan dengan efisien dan mengurangi 7 persen energi yang digunakan tiap kali melangkah."
Alat yang dikatakan cukup terjangkau dan ringan ini akan membantu penggunanya untuk melangkah dengan menyimpan sedikit energi yang dikeluarkan saat kaki menyentuh tanah dan melepasnya saat kaki diangkat.
"Dengan melakukan itu, Exoskeleton meningkatkan performa otot betis dan tendon Achilles ketika sedang melangkah," jelas para penemu alat ini kepada situs Independent.co.uk.
Exoskeleton ini bahkan membuat pengguna merasa seperti 4 kilogram beban tubuhnya berkurang.
Alat tersebut digunakan pada kaki, tepatnya dipasang pada tungkai bawah dan telapak kaki, serta bergantung pada pergelangan kaki.
"Exoskeleton", demikian para ilmuwan menyebutkan hasil penemuan tersebut.
Menurut Tech Times, teknologi baru ini memungkinkan penggunanya untuk "berjalan dengan efisien dan mengurangi 7 persen energi yang digunakan tiap kali melangkah."
Alat yang dikatakan cukup terjangkau dan ringan ini akan membantu penggunanya untuk melangkah dengan menyimpan sedikit energi yang dikeluarkan saat kaki menyentuh tanah dan melepasnya saat kaki diangkat.
"Dengan melakukan itu, Exoskeleton meningkatkan performa otot betis dan tendon Achilles ketika sedang melangkah," jelas para penemu alat ini kepada situs Independent.co.uk.
Exoskeleton ini bahkan membuat pengguna merasa seperti 4 kilogram beban tubuhnya berkurang.
Alat tersebut digunakan pada kaki, tepatnya dipasang pada tungkai bawah dan telapak kaki, serta bergantung pada pergelangan kaki.


